Follow Us @soratemplates

25 Desember 2017

Tafsir Mother's Day Spesial Untuk Kamu

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (Ibu dan Bapak) dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku, kasihilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka berdua telah mendidik hamba sewaktu kecil."  Q.S. Al-Isrā [17]: 24

Beberapa hari kebelakang saya dan segenap warga dunia meraya satu hari yang sangat mulia yaitu Hari Ibu, hari yang dispesialkan untuk sosok tercinta dalam setiap kehidupan banyak orang. Siapapun ketika mendengar sosok ibu akan langsung tergambar jelas wajah dan segala perjuangannya untuk kita, bukan saja ketika kita kecil melainkan sampai akhit hayat ibu akan berjuang memberikan kasih sayangnya untuk kita.


Akan tetapi di hari spesial tersebut tidak sedikit orang-orang memberikan nyinyiran-nyinyiran terhadap hari ibu bahkan sampai guyonan-guyonan yang menurut saya terlalu berlebihan diekspresikan pada hari ibu. Bukannya saya tidak suka guyon dan nyinyir, tapi berguyonlah dan bernyinyir-rialah pada waktunya, ini yang dirayakan tentang ibu.

Kanjeng Rasulullāh SAW dalam sabdanya begitu memuliakan sosok ibu dengan tiga kali menyebutkan saat ada sahabat yang bertanya tentang siapa sosok yang harus terlebih dahulu dimuliakan. Memang, ada yang berpendapat bahwa hari ibu itu tidak harus dalam satu hari saja, hari ibu itu harus dirayakan setiap hari.

Tafsiran sederhana saya begini, manusia itu selalu berbuat salah dan lupa, oleh karenanya butuh semacam pemberitahuan atau pengingat agar manusia ketika berbuat salah atau lupa kembali ingat. Tidak sedikit orang-orang yang melupakan ibunya, tidak sedikit orang-orang hidup berfoya-foya di kota sedangkan ibunya di kampung sibuk mengurusi hidupnya yang sederhana, tidak sedikit juga anak kuliahan hidup penuh gaya (hedon) di perantauannya sedangkan ibunya banting tulang cari biaya untuk anaknya.

Hari ibu hadir untuk mengingatkan mereka orang-orang pelupa supaya sejenak merenung dan ingat pada ibu. Orang-orang yang terbiasa baik pada ibu pun bisa saja di hari ibu memberi hadiah spesial untuk ibunya. Guru saya memberi hadiah ongkos haji untuk ibunya dengan sengaja memberikan hadiah tersebut tepat di hari ibu. Bahkan teman saya memberi hadiah spesial dengan memberikan (menikahi) istrinya atau mantu untuk ibunya sengaja di hari ibu. Bukankah itu merupakan hal-hal yang spesial di hari ibu.

Poinnya adalah jangan mempermasalahkan hari ibu, jangan nyinyir lagi tentang hari ibu dan berharap kids zaman now tidak menjadikan hari ibu sebagai dagelan yang berlebihan, karena itu TIDAK LUCU.

Yuk berbagi cerita tentang hari ibu di kolom komentar, jika ada saran juga silakan sampaikan jangan sungkan di kolom komentar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar